Minggu, 04 November 2012


She's my angel.. Hanistya Mustika Ramadhani :).

     Dia terlihat seperti perempuan biasa pada umumnya, namun bagiku dia adalah pelita. hehehe
sekarang dia telah lulus dari salah satu perguruan tinggi negri di Bandung. aku bangga padanya karena dapat lulus dengan predikat cumlaude. Tenang aku juga ntar nyusul ah "lulus  dengan predikat cumlaude" bisa g yaaaaah? amin aja dulu deh... ahahhaha

Hanistyaku....
semangaaat yah, jangan pernah menyerah buat nyari kerjanya..! ;)
pasti nanti ada saatnya dikasih sama Alloh yang baik dan paling baik buat kamu.
bismillah yah, pasti bisa ko..
oiah semangat juga yah kuliahnya, jangan ngantuk aja yaaaaaaa.. hihihihihi

cayoooooooooooooooo Hanistya Mustika Ramadhani...

first post

      Matahari sore datang setelah hujan dan mengundangku untuk berjalan sejenak sekedar berkeliling merasakan sejuknya udara sore. Matahari yang begitu lembut menyinari sore seakan ingin memberikan kehangatan sebelum dingin malam menjelang, tetesan air hujan pada daun padi yang sedang menguning terlihat memancarkan cahaya yang indah, aku terdiam kemudian berfikir jika dunia bisa seindah ini bagaimana surga?? hahaha, lamunanku mulai terlalu jauh..
      Kemudian aku melanjutkan perjalananku, namun sesaat langkahku terhenti... aku terhenti karena aku melihat seorang anak duduk dan larut dalam lamunannya, apa yang bocah itu lakukan? di jam2 seperti ini seharusnya anak seumuran dia sedang makan bersama kedua orantuanya menunggu adazan magrib dan pergi mengaji.. penasaranku semakin memuncak ketika dia mulai megusap matanya karena air matanya bercucuran tak dapat ia kendalikan. aku datang perlahan menghampiri kemudian aku bertanya, "de, sedang apa disini?... belum pulang?... ntr dicari mamah hayoh!". Dia menjawab pendek dengan menggelengkan kepalanya. kemudian aku bertanya lagi "rumahnya dimana de?". anak itu menjawab "dekat ka, di kampung sebelah". "dari mana emang knapa blm pulang?" tanyaku lagi. "habis pulang nyari lampu, sebentar lagi pulang ko" tangisnya menjadi stelah kata yang terakhir itu..
       Setelah berusaha menenangkan tangis bocah itu dan mengobrol akhirnya aku tau mengapa dia menangis, ternyata lampu yang telah ia beli ditengah perjalannya pulang lampu itu terjatuhjatuh dan pecah, jadi dia takut untuk kembali pulang, kemudian aku bertanya "kenapa takut, de?.. takut dimarahin?". ternyata jawabnya adalah "aku takut adik saya kecewa, karena lampu ini permintaan dia, mata adik saya sakit jika membaca Al-Qur'an malam, soalnya g ada lampu jadi pake lampu minyak" ujarnya sambil air matanya mengalir perlahan. mendengar alasannya air mataku mulai mencair dan dada ini terasa sempit, orang lain begitu penuh perjuangan ketika ingin membaca Al-Qur'an. KIta begitu beruntungnya malam kita tak pernah habiskan dalam gelap, tapi sedikit sekali waktu yang kita pakai untuk membaca Al-Qur'an.

Bersyukurlah kawan, kita begitu beruntung..